bannerchingtu

SESUATU YANG BESAR TIDAK MUNGKIN DICAPAI TANPA SEMANGAT YANG BESAR (Anonymous) HAL YANG PALING MENGERIKAN DI DUNIA INI IALAH KEADILAN YANG DIPISAHKAN DARI CINTA KASIH (Francois Mauriac) PADA SETIAP KEBAIKAN TERLETAK SEGALA BENTUK KEBIJAKSANAAN (Euripides) MENGAJAR SAMA DENGAN BELAJAR (Pepatah Jepang) ORANG LAIN AKAN MENGAKUI KEMAMPUANMU SETELAH KAMU MEMBUKTIKANNYA (Bob Edwarda) PANDAI MENUTUP MULUT ADALAH CERMIN KEPANDAIAN SESEORANG (Schopenhaver) ILMU PENGETAHUAN PADA MASA MUDA AKAN MEMBUAT ORANG MENJADI BIJAKSANA PADA HATI TUA (Anonymous) BADAI MEMBUAT PEPOHONAN MEMPERDALAM AKARNYA (Laude McDonald) SUMBER KEKUATAN BARU BUKANLAH UANG YANG BERADA DALAM GENGGAMAN TANGAN BEBERAPA ORANG, NAMUN INFORMASI DI TANGAN ORANG BANYAK (John Naisbitt) THE MORE YOU SWEAT IN TRAINING, THE LESS YOU BLEED IN BATTLE (Armed Forces Motto)  SEORANG JUARA IALAH YANG MAMPU BANGUN KETIKA IA TAK MAMPU (Jack Dempsey KEGEMBIRAAN AKAN DATANG SETELAH KESUSAHAN (Guillaume Apollina'ire KEJUJURAN ADALAH BATU PENJURU DARI SEGALA KESUKSESAN. PENGAKUAN ADALAH MOTIVASI TERKUAT (May Kay Ash KEPEMIMPINAN ADALAH ANDA SENDIRI DAN APA YANG ANDA LAKUKAN (Frederick Smith)  RAJIN ADALAH OBAT MUJARAB (Al-Ghazali KEINDAHAN TERDAPAT DALAM KEJUJURAN (Schiller THOSE WHO ARE AFRAID TO FALL, WILL NEVER FLY (Anonymous

waisak2024

"Jangan Salah Mengerti Terhadap Agama Buddha " Bab, I

Diceramahkan oleh : Bhikshu Ing Sun

 Diterjemahkan oleh : Bhikshu Dutavira.

(Ceramah yang diberikan di Sekolah Lanjutan Tionghoa Perantauan SHU HU di Philipina).

Agama Buddha masuk China sudah mempunyai sejarah lebih dari 1900 tahun lamanya, maka itu hubungan buddhisme dengan China erat sekali, Kebudayaan, adat-istiadat China mempengaruhi agama Buddha, agama Buddha juga mempengaruhi kebudayaan China, agama Buddha telah menjadi agama kita. Karena agama Buddha berasal dari India, ada sebagian kebudayaan khas India yang tidak mudah dimengerti oleh orang Tionghoa, setelah dipengaruhi oleh adat-istiadat China, ada sebagian yang tidak sesuai dengan makna sebenarnya dari agama Buddha. Maka itu agama Buddha di Tiongkok/China, bagi yang beragama dan yang tidak beragama Buddha, timbul kesalah-pahaman/pengertian, masing-masing terhadap agama Buddha. Bagi yang tidak mengerti arti sebenarnya dari Buddhisme, terjadilah kesalah-pengertian. Oleh karena itu bagi yang percaya pada Buddha Dharma, tidak dapat meyakininya secara tepat ; yang mengkritik agama Buddha, juga tidak dapat mengkritik pada batang tubuh agama Buddha itu. Saya kira yang percaya ataupun yang ragu/ mengkritik agama Buddha, kesalah pengertian/pahaman terhadap agama Buddha harus dihapus lebih dahulu, barulah mereka dapat mengerti agama Buddha dengan benar.

Sekarang akan dikemukakan beberapa pokok-pokok yang penting untuk diperbincangkan, harap dapat menimbulkan pandangan yang benar bagi para pembaca..


I. KESALAH PENGERTIAN YANG BERASAL DARI BUDDHA DHARMA :

Hukum kesunyataan Buddha Dharma dalam sekali, ada yang tidak mengerti arti kedalamannya, hanya mengerti arti pada permukaan kalimat/karangannya saja, asal mendengar saja beberapa istilah Dharma, langsung memberi komentar begini dan begitu, akibatnya tidak sesuai dengan makna sebenarnya dari Buddha Dharma itu sendiri. Yang paling umum misalnya istilah-istilah: ’ Kehidupan manusia itu Dukkha” "Lokutara/di luar duniawi" "Segala sesuatu kosong adanya/semuanya kosong" dan sebagainya. Kesemuanya itu jelas dikatakan Sang Buddha, juga merupakan teori Buddha Dharma yang penting, tetapi jarang sekali dapat dimengerti umum. Sekarang akan kita jelaskan masing-masing.

1) KEHIDUPAN MANUSIA ITU DUKKHA :

Sang Buddha bersabda : "Kehidupan manusia itu Dukkha". Bagi yang tidak mengerti maksudnya timbul kesalah-pengertian. dianggapnya kehidupan kita, manusia ini tidak berarti, dan menimbulkan kepesimisan, terhadap kehidupan kita harus bagaimana giat usaha untuk kemajuan, lalu jadi kehilangan gairah usaha. Ini adalah kesalahpahaman yang paling umum. Umumnya setiap kali masyarakat menggunakan istilah-istilah pesimis tersebut mengkritik agama Buddha-Buddha dan yang beragama tenggelam dalam pandangan pesimis yang salah ini. Sebenarnya "Kehidupan manusia itu adalah Dukkha” bukanlah begitu artinya.

Setiap keadaan, pada waktu kita hadapi, menimbulkan suatu keadaan yang bertentangan dengan keinginan perasaan kita, menimbulkan penderitaan/kesedihan, jika dengan maksud ini diartikan Dukkha, tidaklah dapat dikatakakan semua kehidupan manusia adalah Dukkha. Mengapa? Kehidupan manusia juga banyak yang sukkha/menggembirakan. Mendengar hal yang tidak enak memang menjengkelkan tapi jika mendengarkan suara musik yang indah, bukankah menggembirakan/menyenangkan? Badan sakit, keadaan rumah yang sudah miskin, berpisah dengan orang yang kita kasihi tentu saja Dukkha/penderitaan tetapi badan sehat, ekonomi yang kuat/kaya raya, seisi rumahtangga lengkap, bukankah sangat menggembirakan? Tidak perduli urusan apa, sukkha dan dukkha adalah bertentangan. Jika berhadapan/bertemu dengan hal yang tidak menyenangkan, lantas dikatakan kehidupan manusia adalah dukkha, apakah tidak merupakan pandangan yang berat sebelah/timpang/pincang?

Sang Buddha bersabda : "Kehidupan manusia adalah dukkha”. Di sini yang dimaksud dengan dukkha apa? Menurut Sutra yang ada : "Ketidak-kekalan adalah Dukkha” segala sesuatu tidak kekal, dapat berubah. Sang Buddha melihat tidak kekal dan dapat berubah, inilah mengartikan bahwa kehidupan manusia semuanya dukkha adanya. Misalnya : Kesehatan badan kita ini tidak kekal, lama-lama dapat berubah menjadi lemah, tua, sakit, dan mati. Orang kaya juga tidak bisa selamanya demikian, pada suatu saat juga bisa berubah menjadi miskin. Kedudukan/jabatan/kekuasaan juga tidak dapat bertahan lama, akhirnya lenyap juga.

Melihat dari sudut pandangan, keadaan yang berubah-ubah dan tidak kekal, meskipun ada kesenangan/sukkha, kegembiraan, tapi tidak kekal, tidak mendasar, ketika ada perubahan, maka datanglah penderitaan/dukkha itu. Maka dari itu Sang Buddha bersabda : ”Kehidupan manusia adalah Dukkha”. Yang dimaksud dengan penderitaan/Dukkha di sini ialah ada kekurangan, tidak selamanya dan tidak mendasar. Yang mempelajari agama Buddha, jika tidak mengerti arti sebenarnya, lalu menganggap bahwa kehidupan ini sudah tidak sempurna juga tidak mendasar, dapat menimbulkan sikap pesimis dan masa bodoh; yang benar-benar mengerti agama Buddha pandangannya pasti berbeda. Perlu diketahui bahwa kalimat yang dikatakan Sang Buddha mengenai kehidupan manusia itu adalah Dukkha, adalah supaya kita mengetahui bahwa kehidupan manusia sekarang ini tidak kekal dan tidak mendasar. Setelah kita mengetahuinya, barulah kita dapat menciptakan suatu kehidupan yang kekal dan sempurna. Sama dengan orang sakit, harus mengetahui lebih dahulu bahwa ia sakit barulah ke dokter berobat, penyakitnya baru bisa disembuhkan dan badan jadi sehat kembali.

Mengapa kehidupan manusia tidak kekal/abadi dan tidak mendasar serta ada penderitaan/dukkha? Pasti ada sebab penderitaannya. Setelah mengetahui sebabnya, berusaha lenyapkan penderitaan itu sungguh-sungguh, barulah didapatkan kebahagiaan sempurna yang mendasar. Maka dari itu Sang Buddha tidak hanya mengatakan kehidupan manusia itu penuh penderitaan (dukkha), juga mengatakan penderitaan itu ada sebabnya, melenyapkan sebab penderitaannya/dukka, barulah dapat dicapai kebahagiaan dan ketentraman.

Yang mempelajari agama Buddha haruslah berlatih menurut petunjuk yang diberikan oleh Sang Buddha, ubahlah kehidupan manusia yang tidak sempurna dan tidak mendasar ini menjadi suatu kehidupan yang sempurna. Status keadaan ini, di dalam Buddha Dharma disebut: ‘Cang Luo Wuo Cen / Siang Lok ngo Ceng (Mandarinnya)”. Cang adalah selalu kekal abadi, Luo adalah tentram, Wuo adalah bebas, Cen adalah bersih dan suci. Empat huruf di atas digabungkan menjadi ketentraman, kebebasan. kebersihan/kesucian yang abadi.

Sasaran utama agama Buddha, bukan saja menyatakan kehidupan manusia adalah Dukkha, tetapi pada hakekatnya bagaimana supaya kehidupan manusia yang dukkha ini bisa diubah (Dalam Dharma Buddha Cuan yih (Mandarin), terciptalah suatu kehidupan yang abadi, tentram, bahagia, kebebasan penuh dan suci. Memberi petunjuk di manakah sebab penderitaan itu berada. Bagaimanakah berusaha sungguh-sungguh menuju sasaran tersebut? Dengan demikian bagaimana dapat dikatakan bahwa agama Buddha itu pasif dan pesimis?

Memang, tidak semua yang mempelajari agama Buddha itu dapat mencapai puncak keadaan (status), tetapi setelah mengerti kebenaran ini, manfaat/faedahnya besar sekali. Seperti ada sebagian orang pada waktu susah, tahu dan giat berbuat baik, setelah ia kaya, segala sesuatu dilupakan/lupa semuanya, cuma tahu kebahagiaan diri sendiri, tidak sadar menuju ke jalan yang sesat. Bagi yang belajar agama Buddha/siswa sang Buddha, bukan saja tahu berusaha terus maju di dalam keadaan susah/derita, di waktu bahagia/senang pun tahu selalu mawas diri, karena kebahagiaan bukanlah kekal/abadi yang dapat diandalkan. Tidak berusaha keras menuju kebajikan, akan cepat menjadi gagal dan merosot. Kehidupan adalah dukkha. dapat juga memperingati kita supaya tidak hanya mengejar kesenangan duniawi tapi menuju ke jalan sesat. Ini juga merupakan rangkaian arti penting dari apa yang dikatakan oleh Sang Buddha kehidupan manusia adalah Dukkha/penderitaan.

2) LOKUTTARA (P) / LOKOTTARA (S)

Di dalam Buddha Dharma ada dikatakan istilah LOKA? LOKUTTARA (P) / LOKOTTARA (S), tetapi banyak orang yang salah paham/mengerti, dikira LOKA = dunia adalah dunia seperti di mana kita tinggal, LOKUTTARA/LOKOTTARA adalah pergi ke tempat lain dari dunia ini. Ini salah, kita seorang di dunia ini, meskipun meninggalkan rumah juga tetap tinggal di dunia ini. Jadi Arahat, Bodhisattva, Buddha, semuanya adalah manusia Lokutara yang agung, mereka menolong kita semua di dunia ini.

Kebanyakan orang tidak mengerti karma dari 3 masa yaitu masa lalu, sekarang dan yang akan datang, tidak tahu dari mana datangnya, mau melakukan apa? Setelah meninggal ke mana? Tidak tahu arti kehidupan ketiga masa ini, inilah yang disebut Loka/duniawi.

Yang bagaimanakah yang disebut lokutara/ di luar keduniawian ? Sanggup melaksanakan Buddha Dharma. mempunyai kecerdasan, mengerti kebenaran kehidupan manusia di semesta alam ini. Hatinya suci bersih, tidak ada kegelisahan, mengalami sendiri kebenaran yang abadi, disebut Lokutara/di luar keduniwian. Buddha Bodhisatva semuanya berada di dunia ini, tapi mereka dengan kecerdasan dan kebijaksanaan yang luar biasa mengerti kebenaran abadi, hatinya suci, tidak sama dengan orang kebanyakan. Maka itu istilah Lokutara/di luar keduniawian ini, adalah agar kita mempelajari Buddha Dharma, maju selangkah lagi agar dapat menjadi manusia di atas manusia, dari orang biasa menjadi orang yang diagungkan/nabi, bukan menyuruh kita pergi lari ke dunia lain. Bagi yang tidak mengerti arti Lokutara/di luar keduniawian dari Buddha Dharma, salah paham/mengerti bahwa agama Buddha adalah agama yang lari dari kenyataan, dan menimbulkan kritik yang tidak pada tempatnya/sehat.

3) SEGALA SEMUA ITU / SEMUA ADALAH KOSONG:

Sang Buddha bersabda : Semua/segala sesuatu adalah kosong/hampa adanya, ada orang yang salah paham, dikira begini kosong, begitu juga kosong, semuanya kosong, semuanya tidak ada, segala hal tidak ada, tidak ada arti, inilah baru perbuatan jahat tidak dilakukan, perbuatan baik juga tidak dikerjakan, sembarangan/sembrono melihat sesuatu apa adanya asal bisa hidup ya sudahlah.

Sebenarnya arti ketidak ada wujudan dalam Buddha Dharma, mempunyai arti kebenaran filsafat yang tinggi sekali, para Buddha dan Bodhisattva justru sadar arti sebenarnya dari kosong. Kekosongan tidak berarti semuanya tidak ada, malah sebaliknya semuanya ada, dunia adalah dunia, kehidupan manusia adalah kehidupan manusia, penderitaan adalah penderitaan, kebahagiaan adalah kebahagiaan, semuanya itu nyata adanya. Di antara Buddha Dharma, dengan nyata mengatakan salah dan benar, ada baik ada jahat, ada sebab dan akibat; hendaknya meninggalkan sesat kembali ke kebenaran, menjadi Buddha, jika dikatakan semuanya tidak ada, lalu apa perlunya kita mempelajari Buddha Dharma? Meskipun karma, baik buruk, orang biasa dan nabi semuanya ada, mengapa Sang Buddha mengatakan segala sesuatu kosong adanya? Apa artinya kosong itu? Sesuatu yang terbentuk oleh gabungan yang harmonis dari sebab dan akibat, tidak ada bentuk konstan yang tidak berubah, disebut kekosongan.

Kehidupan manusia yang baik/buruk/lurus dan miring, semuanya ini bukanlah suatu bentuk benda yang sama sekali tidak berubah, kesemuanya itu baru ada disebabkan karena hubungan sebab dan hal-hal yang mengelilinginya. Karena berasal dari hasil dari sebab dan hal-hal yang mengelilinginya maka itu harus mengikuti perubahan sebab dan hal-hal yang mengelilinginya itu berubah, tidak ada bentuk tubuh yang tetap disebut kosong/kekosongan. Dikemukakan dan diuraikan suatu contoh yang nyata umpamanya seorang yang bercermin, di dalam cermin itu pasti ada suatu bayangan. Bagaimanakah bisa ada bayangan itu? Adanya cermin, orang masih diperlukan bantuan sinar matahari atau lampu barulah bayangan itu terlihat, kekurangan salah satu unsur saja tidak bisa, maka bayangan itu adalah perpaduan berbagai macam unsur, bukanlah ujud sebenarnya dari benda itu, meskipun bukan ujud sebenarnya dari benda itu, tapi bayangan yang terlihat adalah nyata dan jelas bukan berarti tidak ada.

Segala sesuatu adalah kosong, dikatakannya demikian berdasarkan makna yang ditimbulkan oleh hukum sebab akibat dan hal yang disekeliling mempengaruhinya. Karena itu Sang Buddha bersabda bahwa segala sesuatu adalah kosong, bertepatan dengan itu juga dikatakan bahwa hukum sebab dan hal-hal sekelilingnya yang mempengaruhinya itu ada; bukan saja harus menyadari segala sesuatu kosong adanya, juga harus tahu adanya sebab dan akibat, jahat dan baik. Bagi yang mempelajari agama Buddha, hendaknya menjauhi dari kejahatan dan melaksanakan kebaikan, di tengah-tengah proses belajar itu merubah kesesatan menjadi kesadaran untuk mencapai sifat kekosongan, yang kosong yang ada, kombinasi pernyataan yang lengkap. Ada sebagian orang menganggap bahwa yang dikatakan Buddha Dharma kosong, sama dengan semuanya itu tidak ada, ini adalah pasif, pesimis, kesalah pahaman ini semuanya disebabkan karena tidak mengerti Buddha Dharma, mau tidak mau harus diperbaiki secara tuntas.

 

 

Add comment


Security code
Refresh