bannerchingtu

SESUATU YANG BESAR TIDAK MUNGKIN DICAPAI TANPA SEMANGAT YANG BESAR (Anonymous) HAL YANG PALING MENGERIKAN DI DUNIA INI IALAH KEADILAN YANG DIPISAHKAN DARI CINTA KASIH (Francois Mauriac) PADA SETIAP KEBAIKAN TERLETAK SEGALA BENTUK KEBIJAKSANAAN (Euripides) MENGAJAR SAMA DENGAN BELAJAR (Pepatah Jepang) ORANG LAIN AKAN MENGAKUI KEMAMPUANMU SETELAH KAMU MEMBUKTIKANNYA (Bob Edwarda) PANDAI MENUTUP MULUT ADALAH CERMIN KEPANDAIAN SESEORANG (Schopenhaver) ILMU PENGETAHUAN PADA MASA MUDA AKAN MEMBUAT ORANG MENJADI BIJAKSANA PADA HATI TUA (Anonymous) BADAI MEMBUAT PEPOHONAN MEMPERDALAM AKARNYA (Laude McDonald) SUMBER KEKUATAN BARU BUKANLAH UANG YANG BERADA DALAM GENGGAMAN TANGAN BEBERAPA ORANG, NAMUN INFORMASI DI TANGAN ORANG BANYAK (John Naisbitt) THE MORE YOU SWEAT IN TRAINING, THE LESS YOU BLEED IN BATTLE (Armed Forces Motto)  SEORANG JUARA IALAH YANG MAMPU BANGUN KETIKA IA TAK MAMPU (Jack Dempsey KEGEMBIRAAN AKAN DATANG SETELAH KESUSAHAN (Guillaume Apollina'ire KEJUJURAN ADALAH BATU PENJURU DARI SEGALA KESUKSESAN. PENGAKUAN ADALAH MOTIVASI TERKUAT (May Kay Ash KEPEMIMPINAN ADALAH ANDA SENDIRI DAN APA YANG ANDA LAKUKAN (Frederick Smith)  RAJIN ADALAH OBAT MUJARAB (Al-Ghazali KEINDAHAN TERDAPAT DALAM KEJUJURAN (Schiller THOSE WHO ARE AFRAID TO FALL, WILL NEVER FLY (Anonymous

Saddharma Pundarika Sutra (妙法蓮華經) Bab 21 Kegaiban

Bab 21

Kegaiban

21

Pada saat itu Bodhisatva Mahasatva yang bermunculan dari tengah-tengah bumi pertiwi (Bab 15), yang banyaknya tak terhingga, semuanya dengan tangan terkatup dan hati takzim memandang kearah Yang Maha Agung, seraya berkata: “Yang Maha Agung! Sesudah kemokshaan Sang Buddha, didunia manapun hadir raga-raga Buddha Shakyamuni dan dimanapun Beliau moksha, maka disana kami akan menceramahkan Sutra ini secara meluas. Mengapa? Karena betapapun juga kami berhasrat pula memperoleh kebenaran murni Dharma Kendaraan Besar ini, menerima, membaca, menghafalkan, menjelaskan, menceramahkan, menulis serta memuliakannya dengan segala macam pujaan.”

Kemudian Yang Maha Agung dihadapan Bodhisatva Manjushri, para Bodhisatva yang telah muncul dari tengah-tengah bumi dan pesamuan agung itu, mempertunjukkan daya kekuatan gaib dengan mengulurkan lidahnya yang lebar keatas sampai pada surga KeBrahmaan (Lidah panjang menunjukkan kejujuran dan berkah pahala yang melimpah). Dari seluruh pori-porinya, Beliau memancarkan sinar cahaya yang tak terhitung banyaknya, menerangi 10 penjuru alam semesta.

Seluruh raga-raga Buddha Shakyamuni yang sedang duduk bersila dikaki pepohonan permata, masing-masing mengulurkan pula lidahnya yang lebar keatas sampai pada surga KeBrahmaan selama 100 ribu tahun, dan sesudah itu Mereka menarik kembali lidahNya, batuk bersamaan, serta menderikkan jariNya masing-masing. Ke 2 macam suara ini memenuhi seluruh alam-alam Buddha di 10 penjuru alam semesta, yang buminya bergoncang dalam 6 cara berbeda (Tidak merusak seperti halnya gempa bumi).

Seluruh mahluk yang ada ditengah-tengahnya, para dewata, naga, yaksha, gandharva, asura, garuda, kimnara, mahoraga, manusia dan yang bukan manusia, berkat daya kekuatan gaib Buddha Shakyamuni, semuanya dapat menyaksikan peristiwa didalam dunia Saha ini; Buddha Shakyamuni dan Buddha Prabhutaratna yang sedang duduk bersila didalam stupa permata, seluruh raga-raga Buddha Shakyamuni yang sedang duduk bersila dikaki pepohonan permata, para Bodhisatva yang telah muncul dari bumi pertiwi maupun ke 4 golongan pengikut yang mengelilingi Buddha Shakyamuni.

Menyaksikan peristiwa-peristiwa didunia Saha dari kejauhan alam Buddha masing-masing, mereka diliputi rasa suka cita yang amat, karena telah mengalami apa yang belum dialami sebelumnya. Para mahluk kesurgaan di langit alam Buddhanya masing-masing berteriak dengan suara yang lantang: “Ratusan, ribuan, puluhan ribu koti asamkhyeya dunia yang tak terjumlah dari sini, terdapat sebuah dunia bernama Saha, dimana Buddha Shakyamuni berkediaman. Demi para Bodhisatva Mahasatva, Beliau menceramahkan Sutra Kendaraan Besar berjudul Keajaiban Dharma Sutra Teratai, Dharma petunjuk bagi para Bodhisatva, Dharma yang senantiasa dilindungi dan diingati oleh para Buddha. Bersuka citalah kalian semua! Bersujud dan muliakanlah Buddha Shakyamuni!”

Ketika mendengar suara-suara teriakan itu dari langit, beraneka ragam mahluk dari alam-Buddhanya masing-masing dengan tangan terkatup menghadap kearah dunia Saha, seraya memuja: “Tersanjunglah Buddha Shakyamuni! Tersanjunglah Buddha Shakyamuni!”

Dari kejauhan alam Buddha masing-masing, mereka serentak menaburkan segala macam bebungaan, dedupaan, kalungan, bendera dan tirai, serta perhiasan-perhiasan pribadi kearah dunia Saha. Seluruh benda-benda itu bertaburkan dari 10 penjuru dan terkumpul bagaikan gumpalan awan yang terbentang menjadi tirai-tirai permata diatas seluruh raga-raga Shakyamuni. Seketika itu, dunia-dunia di 10 penjuru alam semesta seluruhnya terbentang lapang menjadi satu Buddhaloka.

Kemudian Sang Buddha menyapa Bodhisatva Visihtakaritra (Ketua pemimpin terkemuka, bab15) serta seluruh Bodhisatva yang telah muncul dari bumi pertiwi, seraya berkata: “Kegaiban Buddha, seperti yang telah kalian saksikan tiada terbatas. Jika dalam mempercayakan Sutra ini kepada umat, Aku dengan daya kegaibanKu ini mentuturkan manfaat-manfaatnya selama ratusan, ribuan, puluhan ribu koti asamkhyeya kalpa yang tak terhitung lamanya, namun demikian belum juga Aku dapat mentuntaskannya. Singkat kata, seluruh kekayaan Dharma Sang Tathagata, segala kegaiban Sang Tathagata, segala harta kerahasiaan Dharma Sang Tathagata, serta hal-hal mendalam mengenai Sang Tathagata – Semuanya ini dibentangkan dan dimaklumi dalam Sutra ini.

“Maka sesudah kemokshaan Sang Tathagata, sudah semestinya kalian dengan sepenuh hatimu menerima, menjunjungi, membaca, menghafalkan, memaklumi, menceramahkan, menulis serta melaksanakan Sutra Teratai ini. Dimanapun terdapat mereka yang menerima, menjunjungi, membaca, menghafalkan, memaklumi, menceramahkan, menulis serta melaksanakannya. Dan dimanapun Sutra ini dilestarikan, baik di suatu taman, hutan, dibawah sebuah pohon, didalam Vihara, kediaman umat, istana maupun dilembah pegunungan dan di hutan belantara, maka disetiap tempat demikian dirikanlah sebuah stupa dan muliakanlah dengan persembahan. Mengapa? Karena betapapun juga semua tempat-tempat itu adalah Teras KeBodhian, dan disanalah para Buddha mencapai Anuttara-Samyak-Sambodhi, memutar roda Dharma, dan memasuki PariNirvana.”

Kemudian Yang Maha Agung berkenan memaklumi kembali maksudnya, maka bersabdalah Beliau dengan syair:

Sang Buddha Tathagata, Penyelamat dunia

Demi menggembirakan segenap mahluk,

mempertunjukkan kegaiban yang tak terhingga.

Lidah-Lidah Mereka mencapai surga KeBrahmaan,

Raga-raga Mereka memancarkan

beraneka ragam sinar cahaya yang tak terbatas.

Demi para umat yang menghendaki Jalan Buddha,

Mereka mempertunjukkan kegaiban yang jarang disaksikan.

Suara-suara batuk dan bunyi derikan jari Mereka

terdengar di 10 penjuru alam semesta.

Bumi dialam-alam Buddha itu bergoncang dalam 6 cara berbeda.

Sesudah kemokshaan Sang Buddha nanti,

jika terdapat mereka yang dapat menjunjungi Sutra ini,

maka seluruh Buddha yang berasal dariKu akan turut bersuka cita,

serta mempertunjukkan kegaiban yang tak terbatas.

Jika dalam mempercayakan Sutra ini kepada para umat,

Aku dengan kegaibanKu ini mentuturkan manfaatnya

selama ratusan, ribuan, puluhan ribu koti

asamkhyeya kalpa yang tak terhitung lamanya,

namun demikian belum juga Aku dapat mentuntaskannya.

Manfaat yang diperolehnya tiada batasnya, bagaikan langit di 10 penjuru.

Ia yang menjunjungi Sutra ini sesungguhnya telah melihatKu,

Buddha Prabhutaratna dan para Buddha yang berasal dariKu.

Dan ia juga melihatKu kini mengajar dan membina para Bodhisatva.

Ia yang menjunjungi Sutra ini membuatKu, para Buddha yang berasal dariKu,

serta Buddha Prabhutaratna yang telah sekian lama moksha,

Semuanya bersuka cita!

Para Buddha di 10 penjuru alam semesta,

maupun para Buddha terdahulu dan mendatang –

Ia akan melihat pula Mereka, memuliakan serta menggembirakanNya,

Harta kerahasiaan Dharma yang diperoleh para Buddha di Teras KeBodhian –

Ia yang menjunjungi Sutra ini akan memperolehnya dengan lekas.

Ia yang menjunjungi Sutra ini akan bersuka cita menceramahkan Dharma,

dengan berbagai macam cara bijaksana, istilah dan perumpamaan,

bagaikan angin dilangit yang tak terintangi.

Sesudah kemokshaan Sang Tathagata nanti,

ia akan dapat memahami dan meresapai segala Sutra

yang telah diceramahkan oleh Sang Buddha,

sebab musabab serta urutannya masing-masing,

dan akan menceramahkan sesuai dengan makna sesungguhnya.

Seperti halnya cahaya Sang mentari dan rembulan

yang dapat menerangi segala kesuraman,

dan begitu pula kelahiran orang ini didunia

akan menyirnakan segala kegelapan batin,

menyebabkan para Bodhisatva yang tiada hitungan,

pada akhirnya mencapai Satu Kendaraan Buddha.

Maka sesudah kemokshaanKu nanti,

orang yang berkebijaksanaan

ketika mendengar manfaat yang kian melimpah ruah,

akan menerima dan menjunjungi Sutra ini.

Orang demikian tentunya, tanpa keraguan,

akan mencapai Jalan KeBuddhaan.