bannerchingtu

SESUATU YANG BESAR TIDAK MUNGKIN DICAPAI TANPA SEMANGAT YANG BESAR (Anonymous) HAL YANG PALING MENGERIKAN DI DUNIA INI IALAH KEADILAN YANG DIPISAHKAN DARI CINTA KASIH (Francois Mauriac) PADA SETIAP KEBAIKAN TERLETAK SEGALA BENTUK KEBIJAKSANAAN (Euripides) MENGAJAR SAMA DENGAN BELAJAR (Pepatah Jepang) ORANG LAIN AKAN MENGAKUI KEMAMPUANMU SETELAH KAMU MEMBUKTIKANNYA (Bob Edwarda) PANDAI MENUTUP MULUT ADALAH CERMIN KEPANDAIAN SESEORANG (Schopenhaver) ILMU PENGETAHUAN PADA MASA MUDA AKAN MEMBUAT ORANG MENJADI BIJAKSANA PADA HATI TUA (Anonymous) BADAI MEMBUAT PEPOHONAN MEMPERDALAM AKARNYA (Laude McDonald) SUMBER KEKUATAN BARU BUKANLAH UANG YANG BERADA DALAM GENGGAMAN TANGAN BEBERAPA ORANG, NAMUN INFORMASI DI TANGAN ORANG BANYAK (John Naisbitt)

Kata-kata Perenungan

MENDOAKAN ORANG YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

Tata cara mendoakan orang yang telah meninggal dunia :
1.    Beritahukan kepada keluarganya bila yang sakit sudah parah, cara menolong orang yang akan meninggal dengan :
  • Mengajak keluarganya untuk ber-Buddha smrti / Nian Fo.
  • Menasehati yang sakit, agar rela dan selalu ingat yang baik, ingat Oh Mee Toh Fo dan Kwan She Im Po Sat (dengan cara Buddha Smrti / Nian Fo)
  • Tidak menceritakan hal-hal yang dapat membuat si sakit sedih, marah atau kecewa.
 
2.    Bila yang sakit telah menghembuskan nafas terakhirnya beritahukan kepada pihak keluarganya :
  • Harus tabah menerima dan rela melepaskan dia.
  • Buddha Smrti / Nian Fo minimal 10 menit setelah yang sakit menghembuskan nafas terakhir (bila memungkinkan tentu lebih banyak lebih bagus )
  • Bagi yang meninggal di rumah sakit, keluarga mohon waktu 10 menit kepada pihak rumah sakit untuk Nian Fo. Buka kain putih penutup jenazah dan seluruh anggota keluarga Nian Fo selama 10 menit, kemudian jenazah ditutup kembali dengan kain putih. Sewaktu jenazah didorong ke ruang jenazah keluarga mengiringinya dengan Nian Fo hingga sampai di depan kamar jenazah.
  • Tidak menangis di hadapan yang meninggal.
  • Setelah Nian Fo minimal 10 menit kepada yang baru meninggal, keluarga dianjurkan segera menghubungi Vihara untuk diajarkan mantra mensucikan dan memandikan jenazah.
  • Mengingatkan pihak keluarga untuk tidak menangis di depan jenazah.
  • Jaga agar air mata tidak kena jenazah.
  • Pakaian dan barang-barang bekas yang meninggal jangan dimasukkan semua kedalam peti, sebaiknya disumbangkan kepada fakir miskin yang membutuhkan, hal ini berarti berdana menolong yang susah, pahalanya akan sangat membantu yang meninggal untuk tumimbal lahir di alam yang lebih baik, bahkan ke Surga Sukhavati.
  • Kantong-kantong baju maupun celana yang akan dimasukkan ke dalam peti harus dibolongkan (tradisi).
  • Bila masuk peti tidak lebih dari 8 jam setelah meninggal, sebaiknya tidak perlu diberi formalin, Karena sangat sakit bagi yang baru meninggal.
  • Sebelum jenazah dimandikan, terlebih dahulu jenazah harus disucikan dengan membaca mantra pensucian jenazah.

      3.  Persyaratan untuk membantu almarhum /ah yang meninggal, agar bisa tumimbal lahir di alam yang lebih baik sampai terlahir di Tanah suci Surga Sukhavati :

  • Dalam 49 hari keluarga jangan bertengkar / ribut-ribut. Bila ada selisih pendapat, salah satu pihak yang lebih sadar harus mengalah. Karena dalam waktu 49 hari roh yang meninggal masih bisa merasakan kesusahan keluarganya. Sehingga, bila ada pertengkaran antara anak bisa mengakibatkan yang meninggal terganggu dalam perjalanan ke Tanah Suci Surga Sukhavati. Keluarga harus mau Nian Fo untuk yang meninggal dunia dengan mengatakan : Almarhum / ah ...(nama alm / ah) hidup manusia di dunia ini tidak kekal. Ada kehidupan pasti ada kematian. Oleh karena itu, ikut Oh Mee Toh Fo ke Tanah Suci Surga Sukhavati. Anak-anak...(nama alm / ah) masing- masing ada rejekinya dan bisa menjadi manusia berguna. Yang penting ikut Oh Mee Toh Fo. hjgat jangan pedulikan apa-apa yang dilihat dan jangan takut.

Bacalah “Namo Oh Mee Toh Fo” terus menerus, Pasti Oh Mee Toh Fo, Kwan Se Im Po Sat menyertaimu ke Tanah Suci Surga Sukhavati. 

“Namo Oh Mee Toh Fo” (10x)

Keluarganya mau hidup prihatin selama 49 hari dengan cara vegetarian dan menjalankan sila, tidak jahat dan berbuat bodoh, serta mengendalikan diri.
Berdana dengan materi maupun tenaga dan bekerja sebagai pekerja sosial. Bila keluarganya mampu, maka semua sumbangan / Pe Pao disumbangkan kepada Vihara atau digunakan
untuk mencetak kitab suci. Bila dalam anggota keluarganya ada salah satu yang sangat miskin, maka semua Pe Pao yang dikumpulkan diberikan kepada anggota keluarga yang sangat
miskin tersebut.
Hal ini sama artinya telah berdana menolong orang / keluarga yang membutuhkan.
 
   4.  Sembahyang orang yang meninggal dunia :
 
Saat masuk peti dan tutup peti ; Sembahyang pensucian jenazah.
Sembahyang malam kembang.
Sembahyang sebelum jenazah diberangkatkan (Pai Thie Kong dan angkat peti).
Sembahyang di kuburan / kremasi.
Berdoa saat pengambilan abu.
Sembahyang saat abu masuk ke rumah abu / dilepas ke laut.
Sembahyang setiap 7 hari setelah meninggalnya sampai 49 hari, 100 hari, 1 tahun, 3 tahun dan seterusnya setiap hari meninggalnya diperingati sebagai pahlawan keluarga.
Usahakan setiap tahun ikut sembahyang Ulambana / Cioko.

  5.  Doa melayat orang yang meninggal dunia :
 
Orang yang meninggal sesama Umat Buddha.
Dengan sikap tangan beranjali di depan jenazah berdoa sebagai berikut: Almarhum / ah ... (nama alm / ah) Kehidupan manusia di dunia ini tidak kekal. Ada kehidupan pasti ada kematian. Ada saatnya berkumpul tentu ada saatnya berpisah.
Hanya dengan membaca Oh Mee Toh Fo yang bisa kupersembahkan.
Semoga engkau ikut Oh Mee Toh Fo ke Surga Sukhavati.
Baca “Namo Oh Mee Toh Fo” (10x) kemudian memberi hormat dengan menganggukkan kepala 3x.
 
Orang yang meninggal beragama lain.
Dengan Sikap tangan beranjali di depan jenazah berdoa sebagai berikut :
Almarhum / ah ... (nama alm / ah) Kehidupan manusia di dunia ini tidak kekal. Ada kehidupan pasti ada kematian. Ada saatnya berkumpul tentu ada saatnya berpisah.
Semoga engkau pergi ke tempat yang sesuai dengan agama dan keyakinanmu.
Hanya dengan membaca Oh Mee Toh Fo yang bisa kupersembahkan.
Baca “Namo Oh Mee Toh Fo” (10x), kemudian memberi hormat dengan menganggukkan kepala 3x.
 
  6.  Sembahyang leluhur / Sin Cu / pahlawan keluarga. Sembahyang leluhur pada hakekatnya adalah choki atau memperingati jasa / budi pahlawan keluarga (Sin Cu / Lian Wei). Untuk itu,
dalam setahun dilakukan beberapa kali sambahyang :
 
Sembahyang memperingati hari meninggalnya (untuk yang meninggal yang diperingati adalah hari meninggalnya, bukan hari lahirnya )
Sembahyang adat / Cheng Beng
Sembahyang Ulambana / Chit Gwce.
Sembahyang penutup tahun (sebelum Sin Chia)
 
Alangkah baiknya bila ada anak cucu yang mau menikah, terlebih dahulu melakukan sembahyang untuk melaporkan kepada almarhum / ah.
Tata cara sembahyang Choki : cuci tangan, nyalakan dupa / hio 1 batang atau 3 batang, berdoa sebagai berikut :
Almarhum / ah ... (nama alm / ah) < menyampaikan maksud : misal melaporkan akan menikah).
Kehidupan manusia di dunia ini tidak kekal. Ada kehidupan pasti ada kematian. Bila engkau belum tumimbal lahir, ikutlah Oh Mec Toh Fo ke Tanah Suci Surga Sukhavati.
Anak-anak... (nama alm / ah) masing-masing ada rejekinya dan bisa menjadi manusia berguna.
Yang penting engkau dengan tenang ikut Oh Mec Toh Fo.
 
  “Namo Oh Mee Toh Fo” (10x)
Alangkah baiknya bila setelah membaca Namo Oh Mee Toh Fo ditambah dengan membaca ayat k.itab suci :

1. Lian Che Chan

2. Baca nama yang dimuliakan / Vandana (Shen Hao) :
    Namo Ta Pei Kwan She Im Po Sat (3x).
 
3. Baca Mantra dan Sutra :
    Maha Karuna Dharani (Ta Pei Cou)
    Prajnaparamita Hrdaya Sutra (Po Je Po Lo Mi To Shin Ching)
    Mantra ke-9 dari sepuluh Mantra pendek (SUKHAVATIVYUHA DHARANI / WANG     SEN CING THU SEN COU) 3x/5x/7x/ 12x/ 21x / 49x / 88x / I08x.
    Mantra pemberian sajian makanan (Pien ShiCou).
 
Gatha pujian Buddha (Mi To Chan : Oh Mee Toh Fo Shen Jing She...)
Buddha Smrti / Nian Fo.
Doa untuk terbebas dari tumimbal lahir (Renungan dari Prasetya Maha Bodhisattva Yang Penuh Welas Asih / Yi Xin Gui Ming.)
Penyaluran jasa / Hui Siang ke Surga Sukhavati (Wang Shen Shi Fang...)
Bila ingin lebih lengkap lagi, setelah membaca Prajnaparamita Hrdaya Sutra (Po Je Po Lo Mi To Shin Ching) ditambah dengan membaca Mi Tuo Jing.
Catatan :
Bila anak cucu merasa tidak perlu Choki lagi atau karena ada alasan lainnya, maka dianjurkan untuk menulis nama alm / ah di Vihara yang ada sembahyang rutin.
 
Svaha.

Comments   

 
0 #1 winata 2016-03-29 12:39
Slamat malam suhu,saya mau tanya ni kalau smbahyang chengbeng apa boleh di barngin dengan sembahyang tiga tahun kematian..... Mohon pencerahan namo Budaya
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Buddha Dharma

Amitabha Buddha
18 Apr 2015 08:01 - Virya Sradha

Kita mengenal adanya Amitabha Buddha/ 阿弥陀佛 berdasarkan sabda Sakyamuni Buddha yang tercatat  [ ... ]

Buddha DharmaRead More....
Jangan Salah Mengerti Terhadap Agama Buddha bab II
09 Jan 2015 02:34 - Virya Sradha

II KESALAH PAHAMAN / PENGERTIAN YANG DISEBABKAN OLEH SISTIM AGAMA BUDDHA :  Agama Buddha berasal [ ... ]

Buddha DharmaRead More....
"Jangan Salah Mengerti Terhadap Agama Buddha " Bab...
13 Dec 2014 03:29 - Virya Sradha

Diceramahkan oleh : Bhikshu Ing Sun  Diterjemahkan oleh : Bhikshu Dutavira. (Ceramah yang diberik [ ... ]

Buddha DharmaRead More....
Perjalanan Roh
21 Nov 2014 08:24 - Virya Sradha

KEMATIAN
Bila kematian tiba, Tak ada yang kubawa serta, Harta, Kemewahan bukan lagi milikku, Kedu [ ... ]

Buddha DharmaRead More....
Other Articles

Sabda Para Buddha dan Bodhisattva

Sabda Hyang Buddha tentang Amitabha Sutra (Sukhava...
22 Jul 2016 09:21 - Virya Sradha

fó shuō ā mí tuó jīng 說 阿 彌 陀 經 Sabda Hy [ ... ]

Paritta, Sutra, Dharani, dan MantraRead More....
鑪 香 讚/ LU SIANG CAN/ Gatha Pendupaan
01 Jan 2014 06:53 - Virya Sradha

鑪 香 乍 爇 法 界 蒙 熏G CA  RE    FA   CIE MENG SHIN & [ ... ]

Paritta, Sutra, Dharani, dan MantraRead More....
CAN FO CIE / 讚佛偈 / Gatha Pujian Amitabha Buddha...
16 Oct 2013 01:30 - Virya Sradha

^OH    MEE    TOH     FO     S [ ... ]

Paritta, Sutra, Dharani, dan MantraRead More....
PIEN SHE CEN YEN / 變食眞言
16 Oct 2013 00:29 - Virya Sradha

NA      MO    SA    WA    &nbs [ ... ]

Paritta, Sutra, Dharani, dan MantraRead More....
Other Articles